Allah azza wajalla says in Sura Al Baqarah:
"You who have iman! enter Islam totally. Do not follow in the footsteps of Shaytan. He is an outright enemy to you." (2:208)
Bulan Zulkaedah adalah satu dari empat bulan haram.
Bulan haram adalah bulan yang amat dimuliakan.
Bulan haram adalah bulan persaudaraan, perdamaian & kemaafaan.
Masyarakat kafir Quraisyh menangguhkan permusuhan dan peperangan di bulan haram maka kita sebagai umat Islam hendaklah lebih menghormati bulan-bulan haram ini. Eratkan silaturrahim, yang bermusuh damaikanla, yang berdendam, berlapanglah dan yang renggang rapatkanlah, Inshaallah hidup penuh berkat dan harmoni.
Tiada ibadah khusus dalam bulan Zulkaedah. Bulan Zulkaedah adalah bulan permulaan musim haji.
Namun begitu sebahagian besar ulama' mengatakan umrah adalah lebih afdhal di bulan Zulkaedah berdasarkan hadis Rasulullah saw mengerjakan umrah-umrah beliau di bulan Zulkaedah dan haji tamattu' juga dimulakan di bulan Zulkaedah.
Daripada Abu Bakrah (1), sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda, maksudnya:
"Sesungguhnya zaman itu berputar sejak awal waktu Allah menjadikan langit-langit dan bumi. Satu tahun mengandungi dua belas bulan ini, darinya empat bulan haram, tiga dari empat bulan ini berturut-turutan iaitu Zulkaedah, Zulhijjah dan Muharram dan satu bulan berasingan ialah Rejab di antara Jamadil Akhir dan Sya'aban."
Rujukan: Ibn Qoyyim, "Terapi Penyakit Hati" (buku: Ke Arah Penghayatan Islam)
Bismillahirrahmanirahim
Maksiat lawannya taat. Kedua-duanya, hanya Allah swt yg tahu. Maksiat ada kesannya, taat pun ada kesannya sendiri. Ketaatan menjadi sesuatu yg manis bagi si Mu'min, manakala maksiat dan pengaruhnya sangat membahayakan insan di dunia dan akhirat. Mu'min, sentiasa berhati-hati dlm kehidupan hariannya agar tidak terperangkap dalam kemaksiatan. Walaupun hanya Allah swt yang tahu semua tindakan ketaatan dan juga kemaksiatan insan, kesan & pengaruhnya dapat dilihat semasa hidup di dunia.
1. Tidak Mendapat ilmu
2. Tidak Mendapat Rezeki
3. Kerisauan & Kesepian Hati
4. Banyak Mendapat Kesulitan
5. Kegelapan di dalam Hati
6. Melemahkan Hati & Badan
7. Kehilangan Ketaatan
8. Mengurangi Umur & Mengikis Berkah
1. Tidak Mendapatkan Ilmu
Ilmu adalah sinar yg diletakkan Allah swt ke dalam hati. Sedangkan maksiat memadamkan sinar tersebut. Pernah Imam Malik menasihatkan Imam Syafie yg belajar dgnnya, "Saya melihat Allah swt telah meletakkan sinar dalam hatimu. Jangan engkau padamkan dgn kegelapan maksiat." Imam Syafie juga pernah mengeluh, "Saya mengeluh kpd Waki', hafalanku jelek; lantas dia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat." Sambung Waki', "Ketahuilah bahawa ilmu itu anugerah, dan Allah swt tidak berikan kpd pelaku maksiat."
2. Tidak Mendapatkan Rezeki
Dalam Musnad Imam Ahmad, "Sesungguhnya seorang hamba tidak mendapatkan rezeki kerana dosa yg diperbuat." Sememangnya jelas bahawa taqwa kpd Allah swt itu mendapatkan rezeki, sedangkan meninggalkan taqwa mendatangkan kefakiran dan kemiskinan.
3. Kerisauan dan Kesepian Hati
Antara hati seorang insan pelaku maksiat dgn Allah swt, tidak ada keseimbangan dan keterkaitan yg dirasai sbg kenikmatan, malahan yg terbit dari hatinya hanyalah kegelisahan & kesepian. Sekiranya kenikmatan dunia dan seisinya diberikan kpdnya, tidak akan mampu mengimbangi keresahan tersebut.
Tidak ada yg lebih pahit dl hati insan daripada kerisauan krn kesepian atau keterasingan antara dirinya dgn orang lain, lebih2 lagi dari orang yg sebelumnya baik dengannya. Bilamana perasaan keterasingan itu menjadi kuat, maka dia akan menjauhkan dirinya dari lingkungan orang2 tadi. Akhirnya, jika hati yg terasa terasing itu banyak melakukan maksiat, dia akan mendekati kelompok syaitan, dan jauh dari kelompok yg dekat dgn Allah swt. Kesan seterusnya, perasaan keterasingan itu akan menguasai dirinya dan dia mula terasa terasing dari keluarganya serta anak-anaknya, dan ini akan terus menambahkan kerisauan dan tertekan dlm dirinya.
4. Banyak Mendapat Kesulitan
Orang yg tidak bertaqwa akan mendapat kesukaran dlm berbagai urusannya. Kehidupannya banyak menemui kesulitan, jalan buntu dan jalan penyelesaian yg serba sulit.
5. Kegelapan dalam Hatinya
Kegelapan dlm hatinya akan sungguh2 ia rasakan seperti gelap pekatnya malam. Bila ia diberi petunjuk, maka kegelapan maksiat itu masuk menutupi hatinya. Berkata Abdullah bin Abbas, "Sesungguhnnya pada kebaikan itu ada cahaya pada wajah, sinar pada hati, kelapangan pada rezeki dan kekuatan pada badan serta kecintaan di hati ramai orang terhadap dirinya.Adapun pada perbuatan buruk terdapat warna hitam pada wajah, kegelapan dlm hati, kelemahan badan, kekurangan rezeki dan rasa benci kepadanya di hati ramai orang."
6. Melemahkan Hati dan Badan
Orang Mu'min itu kekuatannya terletak pada hati. Bilamana hatinya kuat, badannya pun menjadi kuat. Sedangkan orang yg jahat dan penuh dgn maksiat, walaupun badannya kuat, namun hatinya paling lemah. Bayangkan, kekuatan badan orang2 Persia dan Romawi dapat dihancurkan oleh orang2 Mu'min dgn kekuatan hati yg kuat imannya kepada Allah swt.
7. Kehilangan Ketaatan
Tidak ada hukuman bagi suatu dosa, kecuali hukuman itu adalah terhalangnya seseorang seseorang dari ketaatan terhadap Allah swt. Juga akan terputuslah jalan2 kebaikan yg lainnya, sedangkan ketaatan itu lebih baik daripada dunia seisinya.
8. Mengurangi Umur & Mengikis Berkah
Sebahagian Ulama' mengatakan, bahawa kurangnya umur orang yg suka melakukan maksiat ialah kerana hilangnya berkah umurnya. Hidup ini sebenarnya adalah kehidupan hati. Umur manusia selama waktu2 hidupnya sentiasa bersama Allah swt, itulah yg merupakan waktu2 umurnya. Bila hidupnya berpaling dari Allah swt dan sibuk dalam kemaksiatan, akan hilanglah hari-hari hidupnya yg hakiki. Sehingga pada akhirnya orang itu akan berkata:"Aduhai, sekiranya dulu saya berbuat untuk hidupku sekarang ini." (Al Fajr: 24)
Perkongsian mengenai 70 jenis dosa2 besar oleh pc Abu Salman Said yg dihormati fillah,
ayuh check it out! muhasabah, berazam untuk tinggalkan & tidak mengulangi amal2 buruk yg Allah tidak redha. Mg Allah redha & mempermudahkan segala urusan kita. Semoga hidayah Allah menjadi milik kita. amiin.
Mengikut imam Azzahabiyy dalam kitabnya "Al-Kabaair" beliau menghimpunkan jenis dosa-dosa besar sebanyak 70 perkara.
01 - Belajar ilmu dan sembunyi pengetahuan
02 - Bersaksi palsu
03 - Berjudi
04 - Bersumpah palsu dan bohong
05 - Berbohong
06 - Bergambar di baju (bila sembahyang)
07 - Perempuan pelacur
08 - Berbuat buruk terhadap yang lemah
09 - Berdebat dan memusuhi
10 - Bersifat dayus
11 - Bercakap kasar dengan orang tua
12 - Dusta nama Allah dan rasulnya
13 - Derhaka pada suami
14 - Derhaka pada hamba Allah, anggap baik dirinya
15 - Hakim derhaka
16 - Homosek (seagama/sejenis)
17 - Mengurangi timbangan
18 - Lari seorang hamba dari tuannya
19 - Lelaki menyerupai wanita
20 - Lari dari medan perang di jalan Allah
21 - Membunuh manusia
22 - Membunuh diri sendiri
23 - Mengamalkan sihir
24 - Meninggalkan sembahyang lima waktu
25 - Meninggalkan sembahyang jumaat
26 - Menderhaka kepada kedua ibu bapa
27 - Memutuskan hubungan silaturrahim
28 - Melakukan zina
29 - Makan harta anak yatim secara tidak betul
30 - Makan dari kekayaan haram
31 - Memberi dan menerima rasuah
32 - Melabuhkan pakaian kerana berlagak sombong
33 - Makan riba
34 - Minum arak
35 - Mencuri
36 - Merompak
37 - Melalukan kezaliman
38 - Melakukan pengkhianatan
39 - Menyebut-nyebut pemberian
40 - Mengingkari janji
41 - Memfitnah
42 - Mengutuk orang islam
43 - Merasa aman dari kemurkaan Allah
44 - Menipu harta rampasan
45 - Melampaui batas
46 - Menuduh zina terhadap orang baik
47 - Memakai emas dan sutera (bagi lelaki)
48 - Mempercayai nujum dan sihir
49 - Menjadi bapa sanggup
50 - Mencari kesalahan orang lain
51 - Menganggu orang lain
52 - Menganggu tetangga
53 - Menyakiti dan memaki orang islam
54 - Mengintip dan membuka rahsia orang
55 - Mencaci sahabat Nabi
56 - Mengurangi wasiat
57 - Mengingkari takdir
58 - Putus asa dari rahmat Allah
59 - Penipuan dan kezaliman terhadap rakyat
60 - Riak dan mempamerkan diri
61 - Syirikkan Allah dengan sesuatu yang lain
62 - Sombong serta angkuh
63 - Sembelih untuk selain Allah
64 - Tidak mengeluarkan zakat
65 - Tidak berpuasa di bulan ramadhan
66 - Tidak mengerjakan haji jikalau mampu
67 - Tidak istinjak selepas kencing
68 - Tidak mendengar cakap ibu bapa
69 - Tipu daya
70 - Wanita menyerupai lelaki
Rujukan:
1. 70 dosa besar karangan(Al Kaba ir) Imam Az Zahabi, pustaka ilmi
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keredhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)
Sabda Rasulullah saw: "Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kelmarin, maka ia celaka. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kelmarin, maka ia merugi. Maka barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kelmarin, maka ia beruntung."
Sabda Rasulullah Salallahu’alaihiwasallam:
“Mencari ilmu adalah fardhu ke atas setiap muslim “(Hadis riwayat Ibnu Majah).
Alhamdulillah, saat ini saya sangat rindukan insan-insan soleh dan musleh yang sangat saya sayang kerana Allah.
Saya sayangkan semua orang dan saya sayangkan mereka yang sentiasa berbuat kebaikan. Ia adalah kerana Allah sayangkan mereka yang berbuat baik.
Saya selalu terfikir adakah saya disayangi Allah? Adakah amal-amal saya diredhai Allah. Saya akui saya banyak buat salah dan silap. Kadangkala saya ada menyakitkan hati mak abah, adik-adik, sahabat dan kawan-kawan saya.
Saya harap mereka semua dapat memaafkan saya dan saya harapkan Allah dapat ampunkan saya dengan sebaik keampunan.
Hari ini saya sangat rindu mak dan abah. Alhamdulillah, seronok dengar abah menjawab panggilan saat anaknya ini bersedih. Indahnya hidup bersama dengan ibu bapa dan keluarga yang menyayangi kita. Saya sangat sayangkan abah daripada kecil dan tidak mahu kehilangannya.
Mak saya kehilangan ayahnya sewaktu berusia 6 tahun dan ketika itu atuk berumur 40 tahun. Allah izin dia dilanggar lari ketika dalam perjalanan pulang dari kerja. Sewaktu kecil saya selalu berimaginasi yang saya akan kehilangannya pada usianya 4o tahun. Sayalah yang paling sedih dan risau ketika abah berumur 40 tahun. Alhamdulillah sekarang abah masih bersama kami dan umurnya 49 tahun.
Saya juga tidak mahu kehilangan mak kerana mak adalah permata hati abah dan kami adik beradik. Alhamdulillah setakat ini kami tidak pernah diuji dengan kehilangan orang tersayang. Kehilangan yang paling besar dan sedih dirasai ialah kehilangan atuk.
Saya ingat sangat hari itu lagi 2 hari saya ingin mengambil ujian PSRA. Saya sangat sedih dan itulah kali pertama saya mencium dahi jenazah. Saya sangat sayang atuk walaupun saya selalu kena marah dan dirotan (perlahan) kerana saya adalah seorang yang nakal dan selalu cari gaduh dengan sepupu-sepupu.
Saya sayang atuk sebab arwah selalu solat berjamaah di masjid. Dan atuk selalu solat sunat. Normal bagi seorang kanak-kanak seusia saya untuk cintakan kebaikan. Saya rasa tenang melihat atuk beramal soleh. Kehilangan atuk agak menganggu fokus saya. Saya target mumtaz ketika itu dan memang belajar secara luar biasa.
Namun alhamdulillah, Allah Maha Hebat, Pemurah dan Penyayang dan berikan kejayaan kepada hambaNya. Alhamdulillah. saya sayang sangat ilmu deeniah. Tetapi siapa sangka saya bukan sepenuhnya di lapangan itu kini. Namun, ilmu Syariah yang saya akan dalami kembali pada tahun kelima nanti inshaallah akan dimanfaatkan sepenuhnya. Inshaallah. Ya Allah kurniakanlah keberkatan, kesugguhan dan kemudahan. amiin.
Kupasan UDMZ kitab Syaksiah Muslim tulisan Ustaz Ali Al Hashimi rakaman 45
Tanda ukhuwwah yang mulia kita suka sahabat dapat KEJAYAAN & MANFAAT
Galakkan sahabat untuk berjaya mendapat manfaat dan cuba bagi laluan kepada sahabat sehingga dia berjaya. Jika kita sekat dan tak bagi dia naik, ini bukan ukhuwwah.
Jika kita berusaha memberi laluan untuk sahabat mendapat kejayaan, perbuatan ini mendekatkan diri kepada Allah. Ini adalah sebaik-baik ketaatan. Kerja yang dianggap sebaik-baik ketaatan dan mendapat pahala mesti lahir sungguh-sungguh dalam kehidupan kita.
Kena ada projek bersama untuk rasa kepentingan bersama dan untuk mencapai matlamat yang kita cita-citakan dan bersama menjayakan projek-projek untuk manfaat Islam. Ukhuwwah berkait rapat dengan sifat memahami antara satu sama lain.
Setiap projek mesti ditegak atas dasar aqidah bukan atas dasar kepentingan lain. Jika ianya diatas dasar kepentingan lain dia tidak akan berterusan.
Orang-orang Muhajirin berjuang di jalan Allah. Di tanah air mereka sendiri, harta benda mereka dirampas. Mereka mencari kebenaran dan ganjaran dari Allah semata-mata dan menolong menegakkan deen Allah semata-mata.
Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keredhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut:69)
Alhamdulillah, artikel motivasi hati & diri ini dipetik daripada www.eramuslim.com/coach-corner/self-motivation/indikator-perjalanan-yang-konsisten-menuju-cita-cita-mulia.htm Salam Mujahadah!(Bagian ke-9 dari tulisan "Rahasia Meraih Sukses Tanpa Henti")
Indikator Perjalanan yang Konsisten Setelah Anda memiliki cita-cita mulia, barulah Anda berupaya untuk konsisten memperjuangkan cita-cita tersebut. Tidak masalah apakah Anda mencapai cita-cita tersebut atau tidak asalkan Anda selalu berusaha memperjuangkan tercapainya cita-cita tersebut, Anda telah berada dalam kesuksesan, bahkan kesuksesan tanpa henti.
Pertanyaannya adalah apa indikator dari perjalanan yang konsisten menuju cita-cita mulia? Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi indikasi untuk mengukur sejauh mana konsistensi Anda dalam berjalan menuju cita-cita mulia, sehingga Anda dapat dikatakan tetap memperoleh sukses tanpa henti :
1. Pikiran dan orientasi Anda selalu kepada pencapaian cita-cita mulia
Selama Anda selalu berpikir dan berorientasi kepada cara untuk mencapai cita-cita mulia berarti Anda tetap berada dalam kesuksesan. Tidak peduli apakah Anda memikirkannya di alam sadar atau di alam bawah sadar Anda. Bahkan sebenarnya ketika alam bawah sadar selalu berpikir untuk mencapai cita-cita, hal itu menunjukkan kemapanan dan kekokohan dari orientasi Anda terhadap pencapaian cita-cita. Ini lebih baik. Sebab ketika alam bawah sadar turut bekerja untuk mencapai cita-cita, energi tubuh Anda akan bekerja secara refleks membentuk kebiasaan-kebiasaan yang mendukung pencapaian cita-cita Anda.
2. Prioritas kegiatan Anda lebih banyak untuk mencapai cita-cita mulia
Anda tidak dikatakan sebagai orang yang selalu berpikir kepada pencapaian cita-cita mulia jika waktu Anda tidak diprioritaskan untuk mencapai cita-cita tersebut. Indikatornya adalah seberapa lama Anda mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk mencapai cita-cita mulia jika dibandingkan apa yang Anda korbankan untuk hal-hal lain di luar pencapaian cita-cita mulia Anda. Semakin lama waktu yang Anda prioritaskan untuk pencapaian cita-cita mulia berarti semakin sukses Anda. Sebaliknya, semakin sedikit waktu yang Anda berikan untuk mencapai cita-cita mulia berarti semakin jauh Anda dari kesuksesan. Disini dibutuhkan keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ kepada setiap ajakan atau tawaran beraktivitas di luar pencapaian cita-cita mulia. Anda harus fokus kepada pencapaian cita-cita Anda.
3. Upaya Anda mencapai cita-cita dilakukan dengan cara-cara yang benar
Tidak ada rumus menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-cita. Jika Anda berhasil mencapai cita-cita tapi dengan cara melanggar kebenaran universal, Anda telah gagal sebelum berhasil mencapai cita-cita. Hasil yang Anda dapatkan bukanlah kesuksesan sejati, tapi kesuksesan semu.
4. Anda terus mencoba mencapai cita-cita walau gagal berungkali
Jika Anda terus mencoba walau gagal berungkali untuk mencapai cita-cita berarti Anda tetap sukses. Kegagalan dalam mencapai cita-cita mulia bukanlah kegagalan sesungguhnya. Ia merupakan takdir dan misteri Ilahi. Hal itu berada di luar kendali Anda. Tugas Anda hanyalah berusaha semaksimal mungkin dengan terus mencoba dan mencoba tanpa putus asa. Alexander Pope mengatakan: “Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.”
5. Perubahan cita-cita boleh dilakukan asalkan tidak bertentangan dengan kebenaran universal
Bukan hal yang tabu untuk merubah cita-cita. Ketika Anda mencoba berulang kali dan ternyata gagal mencapai cita-cita, sah-sah saja bagi Anda untuk mengubahnya. Namun perubahan cita-cita tidak boleh bertentangan dengan kebenaran universal. Cita-cita baru Anda harus tetap sesuai dengan kebenaran universal jika Anda ingin terus memperoleh kesuksesan tanpa henti.
Jika seluruh indikator di atas ada di dalam perjalanan hidup Anda saat ini berarti Anda telah sukses. Jangan kecil hati dan merasa gagal walau Anda belum berhasil mencapai cita-cita mulia. Sebaliknya, kekayaan, ketenaran atau kedudukan yang Anda miliki saat ini adalah kegagalan jika hidup Anda saat ini bukan untuk mengejar cita-cita mulia. Ketika Anda berhenti dan hanya menjadikan kekayaan, ketenaran atau kedudukan sebagai cita-cita Anda ansich.
Terus Bertumbuh
Proses yang konsisten menuju cita-cita juga mengharuskan Anda untuk selalu bertumbuh. Artinya, Anda harus selalu meningkatkan kualitas diri ke arah pencapaian cita-cita mulia. Cita-cita mulia akan semakin sulit dicapai jika Anda tidak meningkatkan kualitas diri. Misalnya, Anda bercita-cita menjadi pengacara, maka Anda perlu membekali diri secara terus menerus dengan ilmu dan pengalaman sebagai pengacara. Jika Anda telah berhasil menjadi pengacara, Anda juga tidak boleh berhenti untuk meningkatkan kualitas diri Anda sebagai pengacara. Hal ini agar Anda tetap bertahan (survive) menjadi pengacara dan memiliki daya kompetitif yang tinggi sebagai pengacara.
Terus bertumbuh adalah hal yang tak bisa tidak harus Anda lakukan jika ingin sukses di dunia. Tanpa kemampuan untuk terus bertumbuh, Anda –cepat atau lambat—akan tertinggal dalam persaingan hidup yang semakin ketat saat ini. Betapa banyak contoh orang yang tadinya telah berhasil meraih cita-citanya, namun karena tidak terus bertumbuh akhirnya mandeg dan tidak bisa lagi meraih cita-cita yang lebih besar.
Lagi pula terus bertumbuh adalah hukum alam. Alam menghendaki agar isi alam ini (termasuk manusia di dalamnya) untuk terus bertumbuh. Alam selalu berubah dan terus bertumbuh. Lingkungan di mana Anda tinggal terus bertumbuh dan berubah. Hewan dan tanam-tanaman di sekitar Anda juga terus bertumbuh. Diri Anda pun juga terus tumbuh dan berubah. Jadi terus bertumbuh adalah hukum alam yang tak bisa kita lawan jika ingin survive dan sukses dalam kehidupan ini.
Pertanyaannya adalah apa indikasi dari seseorang yang terus bertumbuh? Indikasinya terlihat pada semakin berkembangnya potensi yang dimiliki seseorang menjadi kinerja (performance) harian. Potensi adalah kelebihan ‘tersembunyi’ yang dimiliki seseorang. Dikatakan ‘tersembunyi’ karena kelebihan tersebut belum terlihat dalam kinerja seseorang. Potensi tersebut berkembang dari hari ke hari karena selalu ada upaya dari orang tersebut untuk mengasahnya. Misalnya, seseorang yang memiliki potensi sebagai penulis, selalu meluangkan waktunya untuk meningkatkan kemampuan menulis, sehingga hasil tulisannya semakin baik dari hari ke hari. Inilah yang dimaksud terus bertumbuh. Selalu meningkat kemampuannya tanpa pernah berhenti. Walau cita-citanya telah tercapai, ia akan terus bertumbuh sampai hayat dikandung badan.
Orang yang terus bertumbuh mempunyai prinsip sedikit lebih baik dari hari kemarin. Setiap hari harus ada peningkatan kualitas dalam tiga hal : karakter, wawasan dan pengalaman. Karakter yang semakin sesuai dengan integritas cita-citanya. Wawasan yang semakin luas dan bijaksana tentang cita-citanya. Pengalaman yang semakin banyak tentang hal-hal yang terkait dengan cita-citanya. Misalnya, jika Anda bercita-cita menjadi akuntan, maka setiap hari perlu ada peningkatan kualitas diri Anda menuju cita-cita yang Anda harapkan. Karakter Anda harus semakin sesuai dengan integritas yang dituntut profesi akuntan. Wawasan Anda semakin luas dengan ilmu akuntansi kontemporer. Pengalaman Anda semakin banyak tentang praktek-praktek akuntansi.
Pendek kata orang yang terus bertumbuh adalah orang yang selalu belajar dan belajar (learning individual). Ia paham betul bahwa apa yang dibangunnya pada hari ini akan menjadi kesuksesannya di masa depan. Ia berupaya menunaikan sabda Nabi Muhammad, “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung”.
Cara untuk Memulai Proses yang Konsisten Menuju Cita-Cita Mulia
Berikut ini petunjuk praktis bagi Anda untuk memulai sukses dengan cara berproses secara konsisten menuju cita-cita mulia :
1. Renungkan kembali apa cita-cita Anda. Coba bayangkan seperti apa Anda hendak dikenang orang lain setelah meninggal dunia. Bisa juga dengan membayangkan seperti apa Anda kelak beberapa saat sebelum ajal tiba. Bayangkan itu dan tulislah di atas kertas hanya dengan satu kalimat.
Mungkin Anda perlu memperbaiki kalimat cita-cita Anda berulang kali sampai Anda menemukan kalimat yang cocok untuk menggambarkan cita-cita Anda. Jangan menulis cita-cita Anda dengan kalimat yang abstrak dan tidak terukur, seperti : “Saya ingin menjadi orang baik”, “Saya ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa”, “Saya ingin menjadi orang yang bertakwa” atau kalimat lain yang semisalnya. Tulislah cita-cita Anda dengan kalimat terukur dan dapat Anda bayangkan secara jelas seperti apa wujudnya kelak. Misalnya, “Menjadi ahli hukum yang terpercaya”, “Saya ingin menjadi pengusaha ekspor-impor”, “Saya ingin menjadi penulis fiksi ternama, “Menjadi pegawai negeri di bidang keuangan yang ahli dan berkarir dengan baik”, Ingin menjadi pegawai swasta di bidang teknologi informasi”, “Saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang berhasil mendampingi anak-anak saya menjadi orang sukses di dunia dan akhirat”, dan cita-cita lain yang semisalnya.
Luangkan waktu Anda sejenak untuk memikirkan kembali cita-cita Anda. Tulis cita-cita di selembar kertas.
2. Setelah Anda mengetahui cita-cita Anda dengan jelas dan terukur, buatlah sasaran jangka pendek untuk mencapai cita-cita. Buat sasaran untuk setahun ke depan, kemudian pecah kembali dalam sasaran untuk sebulan ke depan. Sasaran sebulan ke depan adalah arah bagi Anda untuk beraktivitas. Jika Anda masih bingung dan sulit membayangkan kegiatan apa yang perlu Anda lakukan untuk mencapai sasaran bulanan, pecah kembali sasaran bulanan dengan kegiatan-kegiatan yang perlu Anda lakukan dalam seminggu ke depan.
3. Luangkan waktu Anda lebih banyak untuk mencapai sasaran bulanan Anda. Fokuskan kegiatan Anda pada pencapaian sasaran. Berusahalah konsisten dengan pencapaian sasaran Anda. Turuslah bertumbuh dalam tiga hal: karakter, wawasan, dan pengalaman sesuai dengan cita-cita Anda. Luangkan waktu Anda lebih banyak untuk terus bertumbuh. Jangan tergoda untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan pencapaian sasaran Anda. Jangan terjebak mengikuti hawa nafsu untuk bersenang-senang tanpa arah. Anda akan menyesal kelak. Jika saat ini Anda terpaksa bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan cita-cita mulia Anda, maka bersabarlah. Cari jalan agar Anda bisa meninggalkan pekerjaan itu secara perlahan-lahan, sehingga Anda tidak mengalami kesulitan atau masalah lebih besar karena meninggalkan pekerjaan tersebut.
Buat janji Anda untuk konsisten mengejar cita-cita, tulislah janji itu di selembar kertas.