Tuesday, February 20, 2024

Al Hijr Ayat 32 sehingga 51

Bismillahirrahmanirrahim 32. Dia (Allah) berfirman, "Wahai Iblis! Apakah sebabnya kamu (tidak) sujud bersama mereka?" 33. Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakannya daripada tanah liat kering dan lumpur hitam yang diberi bentuk." 34. Dia (Allah) berfirman, "(Jika begitu) keluarlah engkau dari Syurga, kerana sesungguhnya kamu terkutuk, 35. dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sehingga hari kiamat." 36. Ia (Iblis) berkata, "Ya Tuhanku, (jika begitu) maka berilah tempoh kepadaku sehingga hari (manusia) dibangkitkan." 37. Allah berfirman, "(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk di dalam golongan yang diberi penangguhan, 38. sehingga hari yang telah ditentukan (kiamat)." 39. Ia (iblis) berkata, "Tuhanku, oleh kerana Engkau telah memutuskan bahawa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya., 40. Kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka." 41. Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku." 42. Sesungguhnya kamu (iblis) tidak berkuasa ke atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, iaitu orang yang sesat. 43. Dan sesungguhnya neraka Jahannam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut syaitan) semuanya, 44. (Neraka Jahannam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu daripada mereka. 45. Sesungguhnya orang yang bertaqwa berada dalam syurga-syurga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir). 46. (Allah berfirman), "Masuklah ke dalamnya dengan selamat dan sejahtera." 47. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka menjadi bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas singgahsana. 48. Mereka tidak berasa penat di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan daripadanya. 49. Khabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahawa Akulah Yang maha Pengampun, lagi Maha Penyayang, 50. dan sesungguhnya azab-Ku adaah azab yang sangat pedih. 51. Dan khabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tetamu Ibrahim (malaikat).

Sunday, February 11, 2024

Other Half

Bismillahirrahmanirrahim Bidznillah, I read many cause papers and Syariah court cases today.... It saddened me... I cannot lie myself... It really saddened me.. many of the cases were because of the third party.. most of the cases involved ex-husbands while the marriage still subsisting are having affairs with other ladies.. I am not intended to write in length because I have so many things to be completed.... In a very simple writing I introspected that it is a must for us to uphold Islam as a whole. Not partially. Al-Qur'an and Hadith as mentioned by beloved Rasulullah saw are the main references. If not referring to these two, we will be going astray. Naudzubillah min dzalik.... In the perspective of mixing between man and woman in Islam. The general rule is the mixing between opposite gender is haraam EXCEPT in 4 situations and affairs, namely EDUCATION, ADJUDICATION, BUSINESS TRANSACTION AND HAVING MEDICAL TREATMENT. These 4 situations are permissible in considering the guidelines in line with Islam. Certainly the prohibition is lifted through NIKAH (MARRIAGE). Wallahu a'lam bissowab.. In shaa Allah I will be trying to write in a very proper ways biidznillah by referring to the authorities and true sources.

Wednesday, January 31, 2024

Cinta Hati Ibu

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh Syaima', Sumayyah, Nuh Al-'Awwadi dan Hud Al-Qushayyi yang dicintai kerana Allah. Ibu menulis warkah ini untuk tatapan anakanda semua walaupun ibu telah dipanggil Allah anakanda semua dapat membacanya dari hati dengan izin Allah. Ibu mohon maaf kerana ibu bukanlah ibu yang sempurna buat anak-anak ibu. Banyak kekurangan dan kelemahan ibu. Moga Allah ampunkan segala dosa dan kekhilafan ibu. Ibu bersyukur sangat Allah kurniakan Syaima', Sumayyah, Nuh Al-'Awwadi dan Hud Al-Qushayyi kepada ibu. Cinta ibu semua tercurahkan kepada kalian semua selepas Allah dan Rasul. Alhamdulillah Allah sayangkan kita kerana itu Allah menguji kita sehingga titik terendah kita bilamana kita kembali berusaha untuk memahami Islam dengan melaksanakan ubudiah iaitu perhambaan diri kepada Allah dengan menjadikan Allah sebagai matlamat kita secara total dan Rasulullah saw sebagai contoh tauladan, Al-Quran sebagai panduan dan peta kehidupan dan mati di jalan Allah sebagai cita-cita tertinggi. Anak-anakku dunia ini bukanlah segala-galanya. Dunia ini boleh menjangkiti kita dengan sifat wahn iaitu cinta dunia dan takut mati. Gerak hati kita, tingkah laku tatakelola kehidupan segalanya kita sandarkan kepada Allah, Rabb pemilik jagat raya dan semua manusia keseluruhannya. Andai tersasar apabila tekad dicemari lumpur dosa dan noda kita ada Allah yang akan menyambut taubat kita. Allah sentiasa membuka pintu kepada setiap manusia seluas-luasnya lebih-lebih lagi bagi mereka yang berjuang semampu mungkin untuk melaksanakan Islam dalam kehidupan. Hakikatnya, kita benar-benar dan amat memerlukan Allah. Wallahu a'lam bissowab. pen off 01/02/2024

Wednesday, January 24, 2024

Dakapan Kalamullah

Bismillahir Rahmanir Rahim Ya Allah, aku memohon hanyasanya kepada-Mu. Aku bersyukur dihadiahkan ujian demi ujian untukku kembali mendakapiMu ya Rahman ya Rahim. Tidak dapat kuungkapkan kesyukuran yang melimpah atas dakapanMu menuntunku kepada kalamMu. Benarlah niat itu suis utamanya. Akanku manfaatkan setiap ruang dan peluang usiaku yang berbaki ini untuk mendekatiMu, mengenal, mencintai dan mentaatiMu dalam setiap helaan nafasku, dalam setiap gerak langkahku in shaa Allah. Jauhkan aku dari sebarang fitnah dunia dan tipu daya yang menipu. Aku mencintaiMu ya Rabb. Pimpinlah aku dan anakanda-anakandaku serta ahli keluargaku ke jalan yang Engkau redha. Tuntunilah kami dan kurniakan kami hidayah dalam melaksanakan tuntutan amal Islami dengan sepenuh jiwa raga bagi semata-mata mendamba RedhaMu. Selebihnya aku serahkan asbab-asbab ini, doa seluruhnya kepadaMu dengan tawakkal yang kusandarkan hanya kepadaMu semata-mata. In shaa Allah. Wallahu a'lam bissowab. Pen off 24/01/2024 1.29 AM.

Sunday, January 13, 2013

Historical Development of Islamic Banking and Finance

By Prof Dr Rusni Hassan
In order to understand the Islamic banking framework, it is paramount to look first to the historical background of Islamic banking. It all started in the early Arab period in which during this time, most of Arabian residents, particularly in Makkah and Madinah, earned their living through commercial dealings and transactions. Makkah and Madinah were respectively the centre of international trade and agriculture in the region. Most of the people earned their living through commercial activities as traders and merchants. Thus, the practice of speculation was rampant, e.g on the rates of exchange, the load of a caravan which one tried to purchase, the yield of harvests.

Fictitious associations were formed and sale were contracted on which loans were made. It was during this time that oppression and manipulation were rampant. The wealthy merchants took advantage of the weaker traders and as a result, wealthy only circulated in the hands of the rich. The practice of riba, iktinaz (hoarding), ihtikar (monopoly), and the practice of some transactions which is associated with gambling such as bay' al-mulamasah, and bay' al-munabazah were present. Bay' al-mulamasah is a sale which is concluded by the buyer touching the asset, whereas bay' al-munabazah is a sale which is concluded when the buyer throws the stone on the subject matter. Both are prohibited due to the element of uncertainty in the contract. The people in the weaker position or the less fortunate were constantly cheated and oppressed.

Thus, what was seen during this time was the  rich become richer and the poor continued to be poorer. The coming of Islam had imposed certain regulations in the conduct of their daily commercial transactions. Islam does not prohibit trade but encouraged Muslims to work hard without violating any Islamic teachings. Islam had changed the perception of the society about the concept of the creation, management and distribution of wealth. Islam teaches that the real ownership belongs to Allah the Almighty alone. The concept of wealth as a trust and amanah from God imposing certain accountability factors and both moral and religious conscience are instilled in every individual. However, Islam also recognizes the de facto ownership of a persons over things (private ownership) and the temptation to create wealth as part and parcel of human nature. Therefore, Islam promotes honesty, transparency, justice, and fairness in acquiring ownership and it is vital to safeguard the rights of others while at the same time, protect the rights of the community and the state at large.

In order to harmonise between safeguarding the rights of an individual and at the same time, protecting the interest of the community at large, Islam has introduced certain reforms in the form of trade and commerce such as establishing general principles of contract which are in accordance with the Shariah principles. This was done by scrutinising the existing contracts and eliminating any elements which are not in line with the Islamic principles and declares such contracts to be permissible. In the event where a contract applying or practising any elements which are contrary to Shariah principles and it is not modifiable, then such contracts are declared  as not permissible and void. Some examples of permissible contract would be sale, mudharabah, musharakah, hawalah, and istisna' and examples of a prohibited contract  would be contracts with the elements of riba.

Islamic Banking and Finance was initiated more than forty years ago during an earlier Arab period. However, the modern experience with Islamic banking only started in the early 1960s in Egypt. The pioneer for the first modern experiment with Islamic banking was the Mit-Ghamr Islamic Savings Bank pioneered by Ahmad El-Najjar. The whole experiment was done on the quiet without projecting any Islamic image for fear of being seen as a manifestation of Islamic fundamentalism, which could be associated with certain political regimes. The whole experiment started with a form of savings bank based on profit-sharing in the Egyptian town of Mit-Ghamr in 1963 and only lasted until 1967. It was model after the German savings banks adapted to the rural environment of an Islamic developing country.

The major objective of this bank is to mobilise the idle savings of the majority of the Muslim Egyptian population and provide them with returns without having to breach any teachings of the Shariah. Between this time, there were nine banks in Egypt that did not charge nor paid interest and most of the investors were engaged in trade and industry directly or in partnership with others, and shared profits with their depositors. In February 1967, the bank's operation came to an end due to political reasons. However, during the short period of the operation, the problems of rural indebtedness were reduced and borrowers no longer relied o the local moneylenders and the non-Islamic banks which charger on agreed amount of high interest which is not in line with the Islamic teachings.

Another successful experiment on Islamic banking and finance can be seen in Malaysia with the introduction with of the Pilgrims Fund Corporation or Lembaga Urusan Tabung Haji (LUTH) in 1963. The main purpose of this fund is to enable the Muslims in Malaysia to save gradually in order to support their expenditure during Hajj (pilgrimage). Other than that, LUTH also allows Muslims to have active and effective participation in investment activities that are permissible in Islam through their savings. LUTH takes up the responsibility to safeguard the interest and welfare by providing numerous facilities to pilgrims during the pilgrimage.

The Nasser Social Bank was later established in Egypt in 1971, not as a profit-oriented institution but as a social bank to serve the previously "unbankable" low group of people. This was followed by the establishment of Islamic Development Bank (IDB) in 1973 by the Organisation of Islamic Countries (OIC) as an intergovernmental bank aimed at providing funds for development projects in member countries. The IDB provides fee-based financial services and profit-sharing financial assistance to member countries. The Islamic Bank of Dubai became the first Islamic commercial bank in 1975 and in the following years, a number of Islamic banks were established mainly in the Middle East such as the Islamic Bank of Faisal in Egypt (1977), the Islamic Bank of Faisal Jordan (1978), Bank of Islamic Finance and Investment in Jordan (1978) and Islamic Investment Company Ltd. in UAE (United Arab Emirates) (1979).

In July 1996, Citibank marked a major advance in Islamic banking into the mainstream of high finance in expanding its operations by being the first international bank to open an Islamic bank in Bahrain, making it the first money-centred bank to set upon Islamic institutions. With an initial capitalisation of $20 million, the Citibank's Islamic banking facility, known as Citi Islamic Investment intermediaries with a range of products and services developed in compliance with the Islamic Shariah and sound banking practices. It was reported that CIIB had allowed Citibank to develop an internal Islamic banking expertise which can be put to use not only in the Gulf, but in South Asia, Europe and as well as in North America. http://www.articlearchives.com/banking-finance/banking institutions-system/1477712-1.html

The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) was established in 1991 as an international autonomous not-profit corporate body. AAOIFI is responsible for developing accounting, auditing, ethics, governance and Shariah standards for the international Islamic banking and finance industry. With its corporate office in Bahrain, the AAOIFI is supported by over 160 financial institutions in over 40 countries. AAOFI Governance Standard 5 .

The AAOIFI played an important role in the development of Islamic banking and financial institutions due to established international standards for the industry. As at 2008, it had issued a total of sixty-eight standards for the industry which includes the Shariah standards, auditing standards, six governance standards and code of ethics. Also, among the sixty-seven standards issued by the AAOIFI include recommendation on Tawarruq (monetisation), indices and banking services, accounting standards on consolidation, governance standard on the independence of the Shariah supervisory board and governance principles for the Islamic financial institutions. It is said that AAOIFI's position in the industry is explicable. They are not only responsible for the physical growth of the Islamic banking industry but, at the same time, accountable to God to their decision. AAOIFI had taken proper initiatives to maintain the international standards used in the industry.

The standards issued by AAOIFI had been made mandatory as part of the Islamic banking an finance regulatory requirements in jurisdiction such as Bahrain, Dubai International Financial Centre, Jordan, Sudan, Syria, Qatar and Qatar Financial Centre. Although it is not made mandatory in other countries, but more and more countries such as Malaysia, Pakistan, Lebanon, Indonesia, UAE and Saudi Arabia have opted to adopt those standards.

Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) was the full- fledged Islamic bank in Malaysia established in 1983. The success of LUTH had enabled its contribution of 12.5% of BIMB's initial paid-up capital of RM80 million. The establishment of BIMB was made possible by virtue of Islamic Banking Act 1983 (Act 276/ which came into force in 1983. This Act allows for setting up and licensing of "Islamic banks". Islamic banks are defined as "any company which carries on Islamic Banking business and holds valid licence". "Islamic banking business" was further defined in Section 2 of the Islamic Banking Act 1983 as "banking business whose aims and operations do not involve any elements which are not approved by the religion of Islam".

BIMB carries out banking business similar to other commercial banks without breaching any Shariah principles. The banks offers deposit-taking products such as current and savings deposits under the concept of Al-Wadiah Yad Dhamanah (guaranteed custody) and investment deposits under the concept of Al-Wadiah Yad Dhamanah (guaranteed custody) and Al-Mudharabah (profit-sharing). The bank also grant financing under Al -Murabahah (cost plus), house financing under Bai' Bithaman Ajil  (deferred payment sale), leasing under Al-Ijarah (leasing) and project financing under Al-Musharakah (profit and loss-sharing). At present, BIMB's total assets rose from RM325.5 million in 1984 to RM27.48 billion. Bank Islam Malaysia Berhad and its subsidiaries. Financial statements for the financial year ended 30 Jue 2009. As of April 2009, it was reported that the assets of the global Islamic finance industry were estimated to grow to around $ 1.6 trillion by 2012. Islamic finance assets seen at $ 1.6 trln by 2012.


Reference: Rusni Hassan. (2011). Islamic Banking and Takaful. : Pearson Malaysia Sdn Bhd 2012.


The origins and  development of Islamic Banking and Finance


note: jazakillahu khayran kathira and thank you so much ma'am, dr rusni hassan for your thorough guidance during the whole learning sessions of Islamic Banking and Takaful course. May Allah bless you. amiin. May this will instruct us in the next course of al-mu'amalat al-maliyah wal masrafiah al-islamiah and henceforth inshaallah. 

Wallahu a'lam bissowab.

Wednesday, November 14, 2012

1 Muharram 1434 Hijriyyah

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,

All praise be to Allah, the Lord of the Universe. May the blessings and peace of Allah be upon Muhammad sallallahi 'alaihi wasallam, his household, his companions, callers to his call, and followers of his way until the Day of Judgement.

Dear all,
Salam Hijrah & 1st Muharram 1434 Hijriyyah.

Alhamdulillah, highest praises go to Allah swt for having this happened! May Allah swt accept all our deeds and keep us guided all the time. Allahumma amiin.

Thank you and Jazakumullahu Khayran Kathira to my parents, dear mak & abah who are very instrumentalling in my life until I reached the stage who am I today. Alhamdulillah.

Things to ponder..............let's be thankful, forgive and forget....

Allah knows best! Alhamdulillahillazi bini'matihi tatimmus solihah and alhamdulillah 'ala kulli hal wa nikmah. What was specially enjoyable about last 1433 Hijriyyah? Alhamdulillah, my mak, abah, wan, embah, onyang, siblings and all families were happy all the time and love me fillah ^_^, I had met those beloved people who are so special in my life biiznillah. I am pleased to have opportunities to attend many advantageous programs here and outside the campus and being surrounded with all my beloved trainers (all murrabi & murrabiah) and colleagues. We are accompanying each other and takmil wa istikmal biiznillah. I am pleased to be here again, in this garden of knowledge and virtue. Thank you Allah! Alhamdulillah, it's so wonderful. Subhanallah, walhamdulillah wallahu akbar!

However, all pleasures and difficulties are both tests in our life. Uneasy incident had happened recently. I never thought this would happened here. In writing this post, it is indeed signifies how worry my heart is! We are going through trauma. We are not free as before. Indeed, Allah wants to save our dignity, honor and life! Allah knows best. Nothing is difficult for Allah. Allah Al-Mu'iin (Allah is the Helper) who always be here and there to assist His servant. Ask Him! Qul 'uduuni astajib lakum!

Allahumma afrigh 'alaina sabron watawaffana bil muslimin. May Allah ease everything for us all. amiin ya rabbal 'alamin.

Last semester was the period which I enjoyed most. I really miss them all. Being surrounded with friends who were really fantastic make me ponder how's tough and rough life is as Mu'min. Their sharing on what we are expected to do, be well-prepared often reminds me how's importance the friendliness for the sake of Allah (ukhuwwah fillah lillah taala). Now, it still the same alhamdulillah. May Allah enlighten our path with hidayah and iman so that we will manage to realize the vision and mission as 'abdullah (Allah's servant) and khalifatullah (Allah's vicegerent). Inshaallah.

While observing others, everyone have their own test. My beloved friends had lost their beloved father, uncle and etc. Innalillahi wainna ilaihi rajioun. May Allah bless them all. amiin. For us, who are still here, in seeking Allah's pleasures in each single phases of our life, we have to be patient, always having the Islamic spirits and passion, be attentive and face all the problems and solve it in the best ways as prescribed in the Qur'an and Sunnah, ask those who experts and keep looking the positives and be optimistic. Don't just facebook it ^_^ or do not ever facebook it. Let's handle it well. This nice reminders specially goes for me. Let's cheer up for Allah's sake and emulate our beloved habib, Prophet Muhammad saw and the Muslim heroes and heroins in the past who had struggled hard to uphold Islam in this universe. Inshaallah.

May Allah facilitate us well! Rabbana la tuzi'gh qulubana ba'da iz hadaitana wahablana min ladunka rahmah, innaka antal wahhab. Rabbana atina min ladunka rahmah wahayyi' lana min amrina rasyada. Allahumma ati nufusana taqwaha, wa anta zaqqiha wa anta khayra man zaqqaha anta walliyuha wa anta mawlaha. Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar. Allahumma amiin.

Barakallahu fiikum ajma'in.
Uhibbukum fillah.


Let's permanently embedded LAILAHAILLALLAH MUHAMMADUN RASULULLAH deeply in our heart. It's a sunnah of Prophet Rasulullah saw to say LAILAHAILLALLAH MUHAMMADUN RASULULLAH to increase in IMAN in order to keep the remembrance of ALLAH subhanahu wataala.

 May ALLAH grant us all HIDAYAH, IMAN, 'ILM & TAQWA which will lead to 'AMAL with IHSAN. May ALLAH accept our deeds. Allahumma amiin.






note: Alhamdulillah, it's so nice ^_^ I was not expecting this was the nasheed theme for the wonderful and instructive Muslim Heroes Conference 2012 (IIUM) yesterday. Mabrook & Barakallahu fiikum ajma'in to Talib Al-Habib & all the inspiring speakers & all the crews of MHC! Alhamdulillah! As usual, I really miss my beloved bro, Muhammad Hanif Hassan! Barakallahu fiik ya akhi.


Question to reflect, what's next?

Wallahu a'lam bissowab.

Tuesday, August 28, 2012

Characteristics of Islamic Shari'ah


Bismillahirrahmanirrahim
In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful

All praise be to Allah, the Lord of the Universe. May the blessings and peace of Allah be upon Muhammad sallallahi 'alaihi wasallam, his household, his companions, callers to his call, and followers of his way until the Day of Judgement.

Assalamua'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, biizinillah I had came across with an instructive book entitled Al Islam Syariah Azzaman Wal Makan i.e ISLAM The Law of Life written by 'Abdullah Nasih 'Ulwan, a Professor of Islamic Studies. This English edition had been published by Dar Al-Salam.

I found the importance of discussing on points described by the author. It's so paramount as all humanity is in a pressing need for a governing system that can solve the problems of the people and organize their in between relationships; however, the man-made laws failed to attain these aims.

Allah, Exalted be He, created mankind and knows well what can achieve every good thing to humanity. Thus, He revealed the laws (Islamic Shari'ah) that can attain these aims. What remains is to follow and activate these laws practically.

The Qur'an confirms its eternity and completeness. Allah declares in Sura Al-Ma'idah, verse 3:

This day, I have perfected your religion for you, completed My Favor upon you, and have chosen for you Islam as your religion.

This book illustrates the characteristics of the Islamic law and its preference over any positive law enacted by man. These characteristics have been acknowledged by the test of time and the testimony of reality i.e the latest theories of law and the testimony of international conferences. Furthermore, this book makes a just comparison between Islam and Christianity, and clarifies the characteristics, nature, and aim of each religion.
It highlights for Muslims nowadays that when their forefathers believed in Islam as a religion and a state, worship and policy, governing system and way of life, they achieved glory and victory. authority, elevation, and established the highest level of civilization in history.

Allah azza wajalla says in the Qur'an in Sura Al-Ahzab, verse 36:

It is not for a believer, man or woman, when Allah and His Messenger have decreed a matter that they should have any option in their decision. And whoever disobeys Allah and His Messenger, he has indeed strayed in a plain error.

Allah is Ever-Knowing of everything. He legislates laws that are suitable for His creatures' circumstances and nature. Allah, the Almighty says in Sura Al-Mulk, verse 14:

Should not He Who has created know? And He is the Most Kind and Courteous (to His slaves) All-Aware (of everything).

And, wonderfully, Allah intends for us a simplicity, rationality and ease. As Allah says in Sura Al-Baqarah, verse 185:

Allah intends for you ease, and He does not want to make difficult for you.

There are ten Characteristics of Islamic Shari'ah being discussed here. Alhamdulillah.

I. Divinity
II. Universality
III. Comprehensiveness
IV. Development and Renewal
V. Balance between the Worldly Life and the Hereafter
VI. Balance between the Interest of the Individual and the Community
VII. Simplicity, Ease, and Rationality
VIII. Completeness, Seal, and Hegemony
IX. Originality and Eternity
X. Absolute Justice.

It is distinguished by divinity because it is a revelation from Allah. It is also distinguished by universality because it is for all mankind. It is also distinguished by comprehensiveness because it was revealed to be a way of life. It is also distinguished by development because it meets the needs of people in all times and places. It is also distinguished by eternity because it is comprised of teachings which are suitable for all times, until the end of the world.

Virtually, I had attracted with the way demonstrated by this author in expressing the need to comprehend the Islamic Shari'ah as the law of life well. He initiated his work by posing problem of many youths do not recognize the contents of Islamic Shari'ah and  its characteristics i.e divinity, universality, comprehensiveness, renewal and continuity. They failed to understand that Islam is a governing system, a constitution of state, a way of life, and the perfect system for any nation. Unfortunately, they think that the message and aim of Islam, like other religions, is confined to the Mosque, refining one's self, elevating one's soul, and reforming one's morality.

In fact, it is a great source of joy and happiness for Muslims to find believers throughout the Muslim world calling proudly:

"We want Islam to be the system by which we are ruled, the approach of life, and the Qur'an to be the law and constitution for the state. We wish to regainour glory and honor."
 
In the midst of these calls, there are other hostile calls, which are declared by agents of Kuffar who accuse Islam of apathy, backwardness, under development and delusion.

The author expounds in his writing that these agents are either malicious orientalists, mean atheists, sly crusaders, evil Zionists, ignorant communists or ignoble colonists. Unfortunately, some ignorant Muslims, who have little or no knowledge about Islam, except its name, have been driven by these biased calls. Too often, they even support them. They willingly believe their allegations without realizing the facts, or recognizing the dimensions of the accusations and plots.

In his view, if these supporters, who have been influenced by this intellectual invasion, could find someone to guide them to the right path, expose the real facts, and unfold the intricately beautiful concepts of Islam with regard to the cosmos, life and man, they will surely refuse all false claims and accusations. They will also return to a sound belief in Islam as both a religion and a state, a belief and a policy, and moreover they will become callers and fighters in its cause.

We must recognize and believe in Islamic great value and the teachings of the Qur'an. We will have no choice except to return to the way of the true, sincere Muslims upon which thee glory of Islam is based, the unity of Muslims is kept firm, and Islam is spread throughout the whole world. Nothing is difficult for Allah.

http://kitaabun.com/shopping3/product_info.php?products_id=1985

note: jazakallahu khairan kathira my beloved brother, Akhi Muhammad Hanif Hassan :)
in malay, we say 'terima kasih daun keladi, semoga Allah berkati!'
Barakallahu fiik.

Barakallahu fiikum.
Wallahu a'lam bissowab.

Wednesday, July 4, 2012

Hikmah DIDIK


Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah syukur di atas rahmat dan kasih sayang Allah. Selawat dan Salam ditujukan kepada Rasulullah saw, ahli keluarga dan sahabat Baginda, para tabii’n, para tabi’ tabii’in serta seluruh umat Islam yang memperjuangkan syi’ar Islam.

Alhamdulillah Allah masih kurniakan modal kehidupan kepada kita semua. Alhamdulillah, sangat bersyukur Allah pilih mendidik, dididik dan terdidik disini. Di Ibn Khaldun i.e di Sekolah Rendah Ibn Khaldun. Alhamdulillah, isi pengisian yang disampaikan oleh seorang syuyukh di dalam perjumpaan guru-guru pagi kelmarin sangat berhikmah.  

Penyampai memulakan penyampaian dengan mengajak kami bermuhasabah bahawa yang menilai kita adalah Allah. Tugas kita ialah mendidik manusia dan kita mendidik manusia supaya takut kepada Allah. Pesan IHAB matlamat hidup kita dijelaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Ada manusia yang tujuan hidupnya ialah untuk makan dan berseronok. Ini adalah orang yang ingkar dengan ayat Allah, dia hanya berseronok dan suka-suka dalam hidupnya.  Hidupnya untuk makan, memuaskan kerongkong, mulut dan lidah. Namun, akhirnya tempatnya di neraka. Nauzubillah.

Hakikatnya, setiap saat kita mesti hubungkan diri kerana Allah. Dalam proses mendidik ini kita tidak boleh marah secara keterlaluan.  Kita mesti berjuang dan berjihad meletakkan Allah dalam pemikiran kita. Kita mesti banyak bersabar dan berhikmah.

Jika kita ingin merasai hubungan dengan Allah , yang dituntut ialah perjuangan dalam meraih keredhaan Allah dan berjuang melawan bisikan hawa nafsu dan godaan syaitan. Yang paling penting, merasai hubungan dengan Allah dan menggunakan cara yang menyentuh hati untuk mencintai Allah dalam mendidik mesti dilazimi. Inshaallah.

Kedua, ada golongan yang hidup untuk tujuan perhiasan, keindahan dan harta benda. Mereka menyukai emas, perak yang berpikul-pikul. Jika kita lihat Sirah Rasulullah dan para sahabat Rasulullah saw, para sahabat Rasulullah saw takut untuk menyimpan harta, sebab takut dengan tanggungjawab terhadap harta-harta tersebut. Mereka menggunakan harta untuk mendapat keredhaan Allah. Sahabat-sahabat Rasulullah saw seperti Sayyidina Abu Bakr As Siddiq a.s, Sayyidina Umar al-Khattab dan lain-lain, mereka sebenarnya kaya tetapi menjual segala-galanya untuk mendapat keredhaan Allah.  

Sekarang kita banyak mencari untuk keperluan diri kita. Nilaian untuk bersyukur sudah berubah. Nilaian manusia cepat berbeza tetapi kita semua adalah sama disisi Allah secara tetap. Sekarang ramai manusia yang lalai dan leka dengan wanita, anak-anak, serta kekayaan.

Ketiga, ada golongan yang suka membuat fitnah. Fitnah ialah punca kejahatan dalam kehidupan. Ia adalah ibu yang melahirkan kejahatan. Ada segolongan manusia yang tertarik dengan cakapnya yakni orang yang suka berbuat fitnah ini. Dia nampak seperti menyeru kepada Allah tetapi dia sebenarnya adalah musuh ketat Allah. Apabila dia mendapat kuasa, dia akan menggunakan kekuasaan untuk memusnahkan kesejahteraan dan dia menentang Allah.

Dalam mendisiplinkan pelajar, kita mesti mengharapkan Allah membantu menghadiahkan hidayah supaya para pelajar insaf. Allah uji kita dengan masalah kerana Allah ingin lihat bagaimana kita bertindak. Para guru atau murabbi diberi tugas untuk mendidik manusia. Kita tidak pilih kerjaya guru ini, kita tidak lahir-lahir, kita sudah tahu kita semua akan mengajar di Ibn Khaldun. Tetapi, Allah yang pilih kita. Jadi, kita kena rasa tanggungjawab apabila ini adalah diatas pilihan Allah.

Kita bertanggungjawab untuk menjadikan hati anak-anak kita tersentuh kerana Allah. Seorang guru di Azhar yang buta dan mengajar Al-Qur’an dia menggunakan uslub merotan pelajar-pelajarnya yang salah membaca Al-Qur’an. Para pelajarnya dalam lingkungan umur 20 an. Ini tidak mengapa. Dia perlu tegas. Allah uji dia cacat penglihatan. Dengan dia merotan, ini mendidik para pelajar supaya tidak main-main dalam membaca Al-Qur’an, Hati dia tidak buta. Dia boleh tahu pelajar membaca Al-Quran secara baik atau tidak.

Setiap apa yang dilakukan ialah ujian. Ia yang membuat kita percaya bahawa Allah Maha Melihat. Allah ingin lihat adakah kita marah semata-mata atau adakah kita mencari Redha Allah. Adakah Allah suka?

Satu kisah yang dikongsikan oleh penyampai, seorang Imam telah naik bas yang dipandu oleh seorang driver bus. Driver tersebut non-Muslim. Tiba-tiba, ketika sudah tiba di destinasi, imam terperasan duit baki tambang terlebih 20 sen. Dia terus segera memulangkan 20 sen itu kembali. Driver mengucapkan terima kasih dan berterus-terang bahawa dia sengaja memberi lebih 20 sen kepada Imam. Dia ingin menguji samada orang Islam yang menganut Islam jujur ataupun tidak. Bagaimana sebenarnya keindahan Islam. Ini kerana dia berminat ingin masuk Islam, tetapi mahu meninjau dahulu keindahan Islam itu sendiri. Bagaimana umatnya mempraktiskan Islam dalam kehidupan. Imam tersebut dalam hati memanjatkan rasa syukur kepada Allah. Beliau bersyukur kerana dapat menyelamatkan maruah Islam. Alhamdulillah.

Apabila kita berhadapan dengan ujian, kita mesti berjihad serta bersungguh-sungguh menghadapinya. Apabila kita bertemu Allah, Inshaallah kita boleh persembahkan yang terbaik.

Points yang penyampai higlightkan diakhir kalam tarbawinya antaranya ialah kepercayaan kita adalah tindakan kita. I feel I think, I do. Kita mesti lihat potensi pelajar. Kepercayan penting untuk menilai sesuatu. Kita mesti fikir senang dan Inshaallah ia akan jadi mudah.

Para sahabat berjuang kerana kepercayaan kepada Allah. Penyampai telah berkongsi ketika di Gaza, saudara kita di disana menasihatkan bahawa kamu tidak perlu datang kesini. Biar kami berjihad dan berjuang disini. Apa yang penting yang perlu kamu buat ialah kembali ke negara kamu dan berjihad disana dan bantu kami disini. Dengan itu, inshaallah ganjarannya akan sama dengan kami yang berjihad disini. Walaubagaimanapun, jika kamu ingin bersama kami disini, persiapkan diri untuk lima tahun akan datang, dan Inshaallah kita bertemu disini.

Selepas itu, penyampai dan ahli rombongan yang lain diajak naik ke tebing yang tingginya 75 degree agak-agak 3 kali tinggi pokok kelapa di tepi kelas tahun 6 Aisyah, Sekolah Rendah Ibn Khaldun. Apabila ketua guard disana melepaskan tembakan, semua dikehendaki berlari naik ke tebing tinggi tersebut. Dalam sehari, di Gaza sana, mereka menjalankan latihan dengan naik ke atas tebing tersebut 80 kali sehari. Allahu Akbar!

Kepercayaan kita disini berbeza dengan mereka disana. Anak mereka, hubungan mereka dengan Al-Qur’an kuat. Anak-anak kita problem. Contoh paling dekat kita lihat berapa ramai anak-anak kita bangun bersolat jamaah subuh di surau kita ini? Ada atau tidak? Jadi kita mesti usaha untuk beri anak kita peluang bangun subuh awal, kita kena bangun awal, kejut anak sebelum subuh dah bangun. Avoid giving many excuses. You’ve right to give excuse here, BUT, in front of Allah, is that excuses valid in the eyes of Allah? 

Apabila duduk dalam organisasi kita kena lihat tanggungjawab kita. Kita kena lihat nilai Allah dalam persoalan kita. Kita mesti sabar. Penyampai berkongsi perumpamaan dengan satu sketsa.

Bayangkan jika kita sudah berkemas  hendak pergi kerja dengan kot, kemeja dsb. Tiba-tiba ketika minum  kopi, anak kita berlari meluru nak keluar rumah dan  terlanggar air kopi yang kita minum. Habis basah seluruh baju kemeja dan kot dengan kopi. Apa yang kita buat? Bayangkan jika kita memarahi anak kita on the spot, marah-marah dan terus marah tanpa nasihat yang berhikmah. 

Dan kemudian kita menyalin pakaian baru. Tiba-tiba, nampak anak di ruang tamu, tidak naik ke bus sekolah yang ambil dia setiap hari. Anak merajuk kena marah dan tak mahu ke sekolah dengan bus sekolah. Apalagi, jika tak sabar, terus memarahi  anak lagi. Kemudian nak hantar anak pergi sekolah, sambil marah-marah dalam kereta. Anak terus merajuk dan makan hati sampaikan tertinggal beg sekolah dalam kereta. Apabila setengah jalan, baru perasan beg sekolah tertinggal lantas kita berpatah balik berikan beg kepada anak di sekolah. Dan, terus marah-marah lagi. Dan seterusnya?

Cuba kita bayangkan,jika kita sabar hikmahnya lebih baik inshaallah. Dan kita nasihat anak-anak dengan baik dan kita percaya bahawa  Allah yang izin perkara iaitu air itu tertumpah. Two approaches that give 2 different side effects. 

Stephen Covey pun pernah dalam penulisannya menyebut tentang ini, incident happens only 10 %, nevertheless, our approach effects another 90%. If we handle it wisely, worst things will never happen. If we manage to make it worst, the worst will turn to 90% and goes totally to 100%. It more worst than before. 

Apabila ujian Allah datang, kita mesti lihat dengan penuh kebaikan. Kita mesti melihat ujian dengan penuh rasa tanggungjawab kepada Allah. Kalam diakhiri dengan peringatan supaya yang benar itu perlu diperkatakan. Sekarang ialah masa untuk kita bekerja. Kita bekerja. Dan ia akan dinilai oleh Allah. Kita akan berjaya jika mendapat redha Allah. Mesti kerja sungguh-sungguh untuk melahirkan komitmen dan hamasah kepada Allah.


HIKMATUS SYUYUKH FII HAMASATIS SYABAB ~Sheikh Umar al-Tilmisani
(Hikmah orang tua bersama semangat orang muda)


Jazakumullahu Khairan Kathira
Wallahu a’lam Bissowab.  

Wednesday, June 6, 2012

Enjoy Your Life


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Praise be to Allah the Exalted who has blessed us, his powerless servants, with the joy and peace of true faith; and peace and blessings be on the Endless Pride of the Universe, Prophet Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam who has led humanity from darkness to boundless light.

May Allah grant our hearts a lofty fortune from the spiritual abode of the companions of Prophet Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam and the revered friends of Allah, who have guided believers to the right path and may He bless our hearts with fruitful winds from the winds horizons of the infinite spirituality.






Alhamdulillah, biiznillah, I came across a book called, ‘Enjoy Your Life’ by Dr. Muhammad ‘Abd Al-Rahaman Al-‘Arifi , which I found to be quite excellent and which I intend to subsequently read once again or even twice, triple and many times as much as I can. This book had been published for first edition on 2008 by Maktaba Dar-us-salam.

Jazakumullahu Khayran Kathira to my beloved friends Atiqah & Syafiqah for sharing this book with me. Alhamdulillah. Need to return back to twinkle twin :)  But, dont worry, biiznillah I'll try to get it one. Inshaallah. So, no worries (^_^)

They had managed to locate this book from MPH for RM 60 which I thought reasonable with the contents and ways of expression demonstrated by the author. Plus, am really love reading this because the author endavourly expounds on the art of interacting with people as deduced from a study of the Prophet's sallahu alaihi wasallam life. Other readers expressed the same too. One of the comments goes like this, "Subhanallah, this book can change anyone's life!"- Aliya Farheen

Yeah, that's true indeed! Subhanallah, biiznillah, it's really enjoyable. The author facilitates readers by arranging pragmatic points and illustrations in concise manner. It's suit with all levels of age and indeed relevant in all times, races and places. Inshaallah.    

The author shares that previously he had read How to Win Friends and Influence People by Dale Carnegie. The latter author suggested that one should read the book once a month, which is exactly what the former author did. He began to apply its principles when dealing with others and witnessed amazing results. Carnegie would often mention a principle and then cite various examples of this by way of incidents related to prominent figures, such as Roosevelt, Lincoln, Joseph, and so on.

The former contemplated and realized that the author’s only goal was to attain worldly happiness. What if he were to have known Islam and the etiquettes it teaches? He would surely have achieved eternal as well as ephemeral happiness! How about if he were to have turned his wonderful interpersonal skills into worship, with which he would have drawn closer to Allah? When he later discovered that Carnegie had committed suicide, he knew for certain that his book, despite its merits, had not benefitted him.

 He then began to search our own history and discovered that the life of Allah’s Messenger saw, and his Companions, and anecdotes of some of the prominent men of this Ummah are more than enough for us to learn lessons from. From then on, he began to author this book concerning the art of dealing with others. Hence, this book is not the product of a month or a year’s toil. Rather, it is the result of twenty years of serious study.

Dr Muhammad 'Abd Al-Rahaman Al-'Arifi firmly claimed that "Although Allah has blessed me with the ability to have produced twenty books so far, some of which have been printed in their millions, I nevertheless believe that the most beloved, precious and beneficial of all of them to me is this book, which I wrote with ink blended with my blood; I poured out my soul and squeezed out my memories as I wrote these lines. I have written these words from the very depths of my heart so it may penetrate the heart of the reader, and would be delighted to learn that he or she has indeed implemented its teachings, experienced an improvement in his or her skills, and therefore actually began enjoying life."

The author further echoed that if he or she i.e the readers were to then thankfully write a message expressing his or her views and feelings honestly and send it to him via email or SMS, he would be grateful for this kindness and remember to pray for him or her in their absence. We should appreciate this for benefit of Islam isn't it?

Lastly, in his final word, the author pray to Allah that the reader benefits from these pages, and that He makes his efforts purely for His sake. -Written by the one who is always praying for what is best for you- Dr. MAARAA. -reflected on 7 june 2012 (sorry for any shortcomings. may Allah bless us all. amiin.)


Purify your intention so that your interpersonal skills can turn into acts of worship, with which you can draw closer to Allah 

by
Dr Muhammad 'Abd Al-Rahaman Al-'Arifi 


Wallahu 'alam bissowab

Saturday, April 28, 2012

Dear Kak Amnani ^_^


Bismillahirrahmanirahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah, segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah. Selawat dan salam ditujukan kepada Rasulullah saw, ahli keluarga dan para sahabat Baginda.



Alhamdulillah, hari ini happy (^_^) tapi sedih sedikit T_T sebab... hari ni last qiyamullail & riadhah bersama kak Amnani Abdullah Akhili. daripada first semester sampai lah k.amnani master, banyak sangat kenangan indah yang dicipta. Alhamdulillah. Jazakillahu Khayran Jaza' diats segala nasihat & motivasi akak. Inshaallah. smg Allah memakbulkan du'a akak. amiin. Ana minta maaf segala salah dan silap. Semoga Allah ampunkan ana dan kita semua. amiin. Nuhibbuki fillah ya habeebatiy ^^

Haflawatul Wada' yang dinanti: Here we come!!! ^^

(^_^) Sayang juga kakak kakak lain dan sahibah-sahibah semua fillah. Buat Nasirah, sahabat daripada kanak-kanak, harap awak jangan lupa kenangan kita yang tercipta.. pergi sekolah sama-sama, main kat rumah sama-sama, dan lain-lain. Juga buat kak Sofia Afzal, dan Icha semua. Alhamdulillah. Maaf jika ada yang tak tersebut. Antunna semua sama dan sangat bermanfaat ALHAMDULILLAH!
Nasyeed dibawah paling diminati oleh K.amnani & dipelopori olehnya.. Jazakumullahu Khayran Jaza' kpd k.nani & k.khairiah kamilah sayang ^_^

Semoga Allah memberkati segala kenangan kita. amiin. Semoga Allah izin kita dapat bertemu dan mencipta kenangan sentiasa. amiin.
Semoga Allah redha. Allahumma amiin.

(^_^) UHIBBUKUM FILLAH
JAZAKUMULLAHU KHAYRAN JAZA'
BARAKALLAHU FIIKUM.





Wallahu a'lam Bissowab.

Tuesday, April 10, 2012

Mati itu Pasti


Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah 'ala kulli hal wa nikmah












Wallahu a'lam bissowab.

Sunday, April 1, 2012

Demam Masjid Kanak-Kanak

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah syukur di atas rahmat dan kasih sayang yang Allah kurniakan. Selawat dan Salam ditujukan kepada Rasulullah saw, ahli keluarga dan sahabat Baginda serta seluruh umat Islam yang memperjuangkan syi’ar Islam.

Alhamdulillah Allah masih bagi peluang untuk dapat berkata-kata dan mengarang tinta. Alhamdulillah Allah masih membimbing hambaNya yang lemah ini. Satu demi satu peringatan yang Allah beri kepada hambaNya yang sering lalai ini.

Alhamdulillah bersyukur kepada Allah, kak Raudhah Latif telah selamat melahirkan seorang mujahid.  Mabrook k.raudhah & ustaz muzakkir. Semoga 'mujahid' ini menjadi seorang yang soleh dan musleh, menjadi penyejuk hati ibu dan ayah. amiin.

Alhamdulillah, kami sahabat-sahabat UIA sangat bersyukur dengan nikmat Allah ini. Kami semua dah jadi kholah alhamdulillah. Bagi saya sendiri, bersama kak Raudhah sejak dari Sekolah Menengah Ibn Khaldun, menuntut ilmu dan berjuang di UIA bersama, berbulatan gembira, bermusyawarah & berkhidmat bersama, terlalu banyak saat-saat indah yang  tercoret di hati dan terlakar di memori.


maaf saya x da nama lagi - baby mujahid :)

Alhamdulillah, Allah Maha Penyayang sangat. Allah mudahkan urusan sahibahku ini. Banyak sangat perkara yang k.raudhah dah bantu ana. Ana teringat ana nak masuk uia, ana tanya akak, macamana cara nak pastikan kita masuk uia, dan tak masuk u lain? Kata k.raudhah buat permohonan semua kursus di UIA J Alhamdulillah saya buat! Dari first choice, laws uia sehinggalah ke last choice AED kebanyakannya UIA (walaupun tak minat sesetengah courses lain tu). Ada juga UM seingat saya. Selain itu, abah tidak benarkan. Yang penting Allah izin saya ke UIA. UIA impian saya kerana disini ada Bi’ah Solehah (suasana yang mengajak kepada beriman dan mengingati Allah, membawa kebaikan dan menjauhi kemungkaran) dan sahabat-sahabat yang soleh solehah. Teringat pesan seorang murabbi:

Jika kita nak berubah jadi baik kerana Allah, kita kena ada tiga komponen penting ini:

1. Guru atau murabbi yang soleh
2. Sahabat yang soleh
3. Bi’ah (suasana) Solehah

*soleh= yang baik, mentaati Allah & Rasulullah saw dan Allah redha & suka

Alhamdulilah tips inilah yang diperturunkan dari seorang junior ke junior-junior yang lain. Agak berkesan bukan? Tetapi Solahuddin Hassan tidak mahu mengikutnya. Kenapa ya Adin? Tak mengapalah.

Berbalik kepada poin utama. Alhamdulillah, Allah izin sudah dua bulan dapat mendidik di Taska Edu Care, IIUM, saya berasa sangat bersyukur kerana walaupun sibuk dengan classes, study, buku2, nota2 ,sahabat-sahabat yang memahami dan program2 majlis iman dan ilmu, Allah masih bagi peluang berdamping dengan insan-insan suci ini. Jujur saya katakan mereka mendidik hati saya  dan menghiburkan. Mendidik dan terdidik.

Namun, kadangkala mereka ini men’demam’kan diri ini. Mereka sangat suka bermain! Namun begitu, mereka sangat rajin, bijak dan cepat tangkap. Biasalah kanak-kanak ribena, bermain adalah agenda utama. Semoga Allah setiasa memelihara mereka dan menjadikan mereka anak-anak yang soleh dan solehah dan bermanfaat  kepada Islam. Saya pernah tanya kepada seorang yang rajin, Munif Shahim, siapa yang jadikan munif rajin? Jawabnya sambil tersengih-sengih, mama! Begitu juga dengan jawapan syahir! Sama sahaja. Sungguh, ibu dan ayah sangat dekat di hati anak-anak. Namun, penting sangat untuk dekatkan mereka dengan Allah. Semua kebijaksanaan dan kepandaian datang dan dikurniakan oleh Allah.

Normalnya, jika kita bertanya siapa yang jadikan kamu? Automatic mereka kan jawab ALLAH! Alhamdulillah bijak sekali! Jika tanya siapa yang jadikan batrisya comel? Jawab batrisya, mama! Pulak, Allah yang jadikan batrisya comel, terkebil-kebil matanya berfikir akan jawapan tu.

Disini, dapat dilihat ya bahawa hati dan jiwa mereka ini sangat suci dalam fitrah mengimani Allah swt. Tetapi akal mereka terbatas. Jadi penting untuk mendidik hati mereka mengenal Allah. Apabila hati hidup, berfungsi dan teguh beriman kepada Allah, anggota-anggota zahir yang lain akan turut meyakini keagungan Allah. 

Didiklah anak-anak dengan Al-Qur’an, membiasakan mereka dengan kalamullah akan memeberi  galakan untuk mencintai Allah, mengubah diri dan sentiasa bertaubat kepada Allah.  Kadangkala terdengar anak-anak kecil yang menghafal lagu yang sia-sia, saya rasa sangat sedih, apakah mereka faham apa yang mereka lagukan.

Jika sudah sampai umur baligh, jika sesuatu amal tidak ikhlas dan tidak mengikut syariat Allah, Allah tidak akan terima. Rasa takut sangat dengan peringatan Allah ini. Susahnya untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Soal ikhlas adalah soal besar yang tidak boleh dibuat main. Soal khusyu’ kita dalam solat juga soal besar. Banyak soal-soal besar yang perlu dipersoalkan dan dijanakan dalam hati dan diri. Semoga Allah memudahkan urusan menjadi hambaNya Yang berperibadi besar, dan bukannya berbesar diri!

Saya juga lihat anak-anak  ini berwawasan, meraka suka main keluarga-keluarga. Syahir jadi ayah, maisarah jadi nenek, nasrin jadi mak, batrisya jadi baby, arfa, nurin, naufal wa’ie, munif shahim, faqihah jadi adik-beradik (^_^) yang paling mengelikan hati, syahir suruh ustazah jadi masterchef! Syahir syahir, bijak sungguh! Macam tahu-tahu saja ustazahnya tak berapa reti masak. Pandai dia memotivasikan orang yang lebih tua.  

Alhamdulillah. Saya berharap anak-anak murid saya semua ini dapat berjumpa semula apabila mereka dah besar nanti. Seperti anak-anak tadika Tarbawi seperti basyir, sobir sekarang semua dah besar-besar, nak UPSR.

Basyir,  anak guru saya, menggunakan nama Basyir Horick dalam fb, apalah maksudnya?? (lebih baik guna nama yang mama basyir beri, mama (Teacher Muzlifah) pernah cerita waktu baby, basyir senyum dan ketawa-ketawa ketika mama dan yang lain panggil basyir, jadi nama basyir dipilih, alhamdulillah maksudnya pun baik, pemberi berita gembira) Gunalah nama yang asli, nama menggambarkan peribadi dan memotivasi hati dan diri untuk jadi seperti nama kita.

Dan cikgu nampak Basyir suka like-like dalam fb. Mesti suka membaca. Alhamdulillah if benda baik tidak mengapa. Namun, Amaran! Facebook bukan dicipta untuk kanak-kanak buka akaun ya, jadi berhati-hatilah! Jgn guna untuk perkara yang sia-sia. Manfaatkanlah ia hanya untuk perkara dan meraih ilmu-ilmu yang bermanfaat. Nasihat ustaz saya dalam kelas kaedah-kaedah da’wah, ilmu yang bermanfaat ialah yang melahirkan rasa khasyatullah (takut pada Allah) dan ilmu-ilmu yang mendidik untuk menjadi hamba Allah yang bertaqwa.

Begitu juga yang saya harapkan kepada anak-anak Ibnu Khaldun saya, 1 Abu Bakar, menjadi guru kelas kepada mereka banyak mendidik hati saya untuk sabar. Kelas macam tongkang pecah. Alhamdulillah dapat sama-sama mereka untuk cantikkan. Kanak-kanak perlu dibantu untuk mereka tahu mengurus diri dan menjaga kebersihan kerana Allah. Jazakillahu Khayran Jaza’ kak Asma’ Shamjuddin kerana memberi peluang kepada hamba Allah ini untuk mendidik mereka.








rindunya semua. semoga Allah mengizinkan bertemu mereka. amiin.

Ingat pada Sabrina, I Aisyah yang sangat unik perangainya. Semoga Allah sentiasa memberikan kesabaran kepada sahabat saya, Izyani Rais dan semua pendidik-pendidik dalam mendidik mereka.

Rindu sangat pada Yani (^_^) Post ini istimewa untuk awak juga. Nanti awak bolehlah menulis pengalaman mendidik dan terdidik awak sepertimana yang kita pernah bincang dulu. Inshaallah menarik dan boleh diambil pengajaran Inshaallah. Mengajar kanak-kanak tadika disini mengingatkan diriku kepada permata-permata hati kita. Nanti tolong kirim salam sayang mereka ya. (jika mereka faham) Minta mereka sentiasa du’akan cikgu mereka ini. Mereka sangat baik hati.

Walaubagaimanapun, antara yang penting dalam seni mendidik pernah baca daripada Hadith Rasulullah saw, kita sebagai pendidik perlu sentiasa memaniskan wajah terhadap anak didik kita. Ini kerana setiap sifat mahmudah yang kita zahirkan dalam proses pendidikan itu, dalam masa yang sama mereka mencontohi dan ambil tauladan inshaallah. 

Sebelum ralit, disini, hajat sangat merakamkan jutaan penghargaan kepada Ukhti Hanis Amirah tersayang, Jazakillahu Khairan Kathira sebab bantu gantikan mengajar anak-anak soleh solehah ini hari khamis yang lalu. Alhamdulillah. Namun, pada hari jumaat saya agak terkejut melihat telatah mereka, mereka yang dahulunya 70 % disiplin automatically jadi sangat lincah & agak naughty2 sikit.

 Disini, saya dapat rumuskan perlunya ketegasan yang berterusan dan moderat daripada seorang guru. Guru perlu focus dalam mencurahkan kasih sayang dan mendidik mereka. Biasanya, mereka ini akan manja dengan seorang guru yang baru. Dan mengaplikasi  segala ilmu baru yang dicurahkan. Kesannya, daripada tak berani, mereka jadi berani-berani sahaja melukis dan melakar di papan putih. Sesuatu yang di luar kebiasaan. Tak mengapalah.

Seterusnya, Alhamdulillah bagi siapa yang Allah pilih ke UIA, memang bertuah! Kenapa? Sebab di masjid ramai sangat kanak-kanak yang berbagai-bagai bangsa, warna & telatah.Namun, saya agak gusar kerana binaan strukturnya tidak mementingkan ciri-ciri keselamatan secara menyeluruh. Di selusur tangga ada ruangan yang agak besar yang mungkin boleh menyebabkan kanak-kanak kecil jatuh jika mereka tergelincir atau tertolak ke bawah. Agak seram bukan?

Sebaik-baik perlindungan adalah daripada Allah. Pernah terdetik ingin report tetapi selalu terlupa. Inilah hikmah menulis! Alhamdulillah kita dapat ingat sesuatu yang penting yang mungkin dirasakan enteng! Report ye!

Mungkin kena buat jarring-jaring besi di selusur tangga itu. Masjid rumah mulia Allah. Sebaik-baik penjagaan adalah daripada Allah. Inshaallah.

Pernah dengar satu kes yang boleh dipercayai, dulu Allah izin ada seorang pelawat luar Negara terjatuh dari loteng di tingkat paling atas dan mati di tempat kejadian. Tempatnya adalah dibahagian tangga hadapan masjid. Dari sumber yang dipercayai, dia menceritakan pelawat tersebut cuba nak naik dibahagian atas sekali. Namun, Allah izin terjatuh ke bawah (di tengah ruangan kosong tangga. Alhamdulillah sekarang ini sudah diletakkan pagar disitu.

Saya pernah pergi ke tempat kejadian. Memang bahaya dan pasti akan jatuh jika ada yang berani cuba-cuba panjat ke sana. Allah sebut dalam Sura al-Furqan, antara ciri-ciri hamba yang diredhai Allah ialah mereka yang tidak menjerumskan diri ke jalan kerosakan. Ok. Ambil pengajaran inshaallah.

Selain mendidik dan menuntut ilmu, semua amal, pertuturan & niat, semuanya mestilah kerana Allah! Semoga Allah menghadiahkan hidayah untuk beramal soleh kerana Allah berfirman dalam Sura An-Nisa' ayat 57, terjemahannya:

 "Dan orang yang beriman dan beramal soleh, akan Kami (Allah) masukkan mereka ke dalam Jannah (taman/ Syurga) yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya, (dan lagi) di dalamnya mereka memperolehi isteri-isteri yang suci, dan Kami (Allah) masukkan mereka ke bawah naungan yang selesa."






Alhamdulillah. happynya mereka :)

Inshaallah dikongsikan satu du'a untuk memperoleh anak-anak yang soleh solehah (petikan dari majalah Solusi). Du'a daripada Surah Al-Furqan. Satu daripada sifat-sifat orang beriman yang disebut oleh Allah. Inshaallah boleh amalkan setiap kali selepas solat fardhu, selepas membaca Al-Qur'an atau bila-bila masa. Sesungguhnya Allah sangat dekat. Mintalah kepadanya. Semoga Allah redha. amiin.

"Dan juga mereka (yang diredhai Allah itu ialah orang-orang) yang berdu'a dengan berkata: Wahai Tuhan kami, berilah kami beroleh dari isteri-isteri dan zuriat keturunan kami; Perkara-perkara yang menyukakan hati melihatnya dan jadikanlah kami ikutan bagi orang-orang yang (mahu) bertaqwa." (Surah Al-Furqan: 74)


"Sesungguhnya orang-orang yang sebenar-benarnya beriman hanyalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan RasulNya, kemudian mereka (terus percaya dengan) tidak ragu-ragu lagi, serta mereka berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka pada jalan Allah; mereka itulah orang-orang Yang benar (pengakuan imannya)." (Surah al Hujurat : 15)

SINERGI KEKUATAN MEMACU PERUBAHAN

http://www.haluan.org.my/v5/index.php/kolumnis/bicara-presiden/1547-sinergi-kekuatan-memacu-perubahan   wahai hati & diri ini, bagkitlah dari lenamu yang panjang. Allahu Akbar! Wallahul musta'an.

Wallahu a’lam.

pen off.

Saturday, March 31, 2012

Muhasabah

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah syukur kepada Allah & Selawat dan Salam ditujukan kepada Rasulullah saw, ahli keluarga dan sahabat Baginda & semua hamba Allah & khalifatullah yang berjuang mendaulatkan syariat Islam.

Firman Allah taala dalam Surah Ar-Ra'd ayat 26, terjemahannya:

"Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) berbanding kehidupan Akhirat."


jangan berangan-angan ke SYURGA tanpa amalan yang melayakkan dirimu ke SYURGA.
jangan bermimpi agar dirimu tidak akan ke NERAKA jika amalanmu hanya senda gurau dan penuh kelalaian.

....muhasabahlah wahai diri......


note: pernyataan ini membuatkan hamba Allah yang kerdil ini berfikir dan terus berfikir.  Layakkah?? Hanya Allah yang tahu & akan mentukan. Allah Maha Teliti dengan apa yang hamba-Nya kerjakan.

Wa Rabbuna Rahmanul Musta'an


Berzikirlah dgn hati yang ikhlas kerana Allah kerana dengan berzikir mengingati Allah, hati akan menjadi tenang. 

"Dan orang2 kafir berkata, "Mengapa tidak diturunkan kpdnya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya Allah menyesatkan* siapa yang dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertaubat kepada-Nya," 

(Ar-Ra'd: 27)

"(iaitu) orang2 yg beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenang.

(Ar-Ra'd:28)


"Allah s.w.t mempunyai sembilan puluh  sembilan nama, kurang satu seratus. 
Sesiapa yang menghafaznya akan memasuki syurga. Allah itu ganjil (tunggal) 
dan menyukai (bilangan) yang ganjil."

 (Hadis riwayat Bukhari & Muslim) 





wallahu a'lam.

Thursday, March 29, 2012

Think, Inquire, Decide & Submit

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, syukur ke hadrat Allah swt, dengan izin Allah, pada minggu cuti lepas, dapat rujuk semula buku Wang, Anda dan Islam di rumah tulisan Al Fadhil Ustaz Dr Hj Zaharuddin Hj Abd Rahman.

Saya pernah membelek buku ini sebelum ini, tetapi mungkin hidayah Allah tak sampai lagi untuk menghayatinya ketika itu. Saya tertarik untuk membaca isu mengenai kerjaya peguam dan pemasaran produk pinjaman riba. Al Fadhil ustaz mulakan perbincangan dengan menyentuh hukumnya berdasarkan dalil daripada ayat Al-Qur'an dan Hadis Rasulullah saw. Wallahu a'lam.

Inshaallah disini saya kongsikan penulisan mendidik dari Al-Fadhil Ustaz Zaharuddin Abd Rahman. Semoga Allah sentiasa menghadiahkan hidayahNya & memudahkan urusan untuk beramal soleh dengan ilmu yang diperoleh secara ikhlas kerana Allah.

Sebelum itu, saya teringat nasihat pendidik yang dihormati fillah. Peringatan dari murabbi (pendidik): "Apabila seseorang itu bercakap fikrah, menulis fikrah, namun tindakannya tidak fikrah; maka ia tidak fikrah namanya. Ini bukan fikrah Islam."

Allah sebut dalam Al-Qur'an, manusia sejak dilahirkan, alhamdulillah mempunyai fitrah beragama, suka kepada kebaikan dan membenci keburukan. Fikrah menentukan tindakan seseorang. Jika seseorang individu mempunyai fikrah yang syumul yakni kefahaman Islam yang sempurna, setiap perlakuannya samada terang-terangan atau sembunyi adalah ikhlas kerana Allah dan mengikut syariat Allah. Jadi memiliki fikrah atau tidak hanya Allah taala yang tahu kerana ia adalah lestari dari Iman yang berfungsi dan hidup di dalam hati. Wallahu a'lam.

Perkongsian Al-Fadhil Ustaz adalah seperti berikut:

Allah swt mengizinkan umat manusia untuk menikmati apa yang baik di dunia ini. Dicatatkan di dalam Al-Qur'an, firman Allah swt:

Ertinya: "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu , maka berjalanlah di segala penjurumu dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (Al-Mulk: 15)

Oleh kerana itu, umat Islam perlu menyedari dan merasai bahawa setiap kali mereka berniaga, bertani dan berusaha keras di dalam kerjaya halal, sebenarnya mereka sedang melaksanakan ayat Allah yang disebut diatas. Ia sekaligus menambah amalan soleh yang dengannya mampu menghampir diri kepada Allah swt.

Mengehadkan amalan soleh kepada perilaku ibadat khusus seperti zikir, solat, umrah, haji, sedekah dan lain-lain ibadah khusus adalah tidak tepat. Jika diselami erti ayat di atas, ia membuktikan bahawa berusaha dan memeriahkan dunia dengan kerjaya dan perniagaan yang bermanfaat lagi halal adalah sebahagian daripada ibadat selagi menuruti syarat-syarat kerjaya yang ditetapkan Allah swt dan Rasul-Nya.

Islam telah meletakkan prinsip yang amat jelas dan terang dalam setiap urusan pemerolehan harta agar prosesnya tidak menzalimi pihak lain secara sedar atau tidak sedar.

Pada masa yang sama Nabi saw mengingatkan kita bahawa:

Ertinya: "Sesungguhnya bagi setiap umat itu cabaran dan ujian, dan ujian bagi umatku adalah harta." (Riwayat At-Tirmizi, no 2337; Ibn Hibban, Al-Hakim: Sohih menurut Al-Hakim dan disepakati Az-Zahabi.

Allah swt menegaskan:

Ertinya: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi soleh adalah lebih baik pahalanya disisi  Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. (Al-Kahfi: 46)

Menurut Syeikh Ibn Asyur, ayat daripada Surah Al-Kahfi diatas mengingatkan kita betapa perlunya kita menyedari amal soleh, dan keberkatan adalah lebih perlu diutamakan daripada harta yang banyak tetapi tidak halal. Jadi dalam konteks ini, walaupun anda mendapat faedah pinjaman yang rendah di bank konvensional, ia bukanlah amal soleh kerana ia adalah riba yang haram.

Malangnya bagi umat Islam, apabila bercerita berkenaan perbankan Islam yang halal, yang paling diberikan perhatian 'mega' adalah harganya yang lebih mahal daripada konvensional. Tidak terlihat langsung akan elemen halal dan haram dalam minda dan hati. Padahal, mengagahkan diri menggunakan perbankan Islam walaupun lebih mahal sedikit berbanding konvensional adalah merupakan satu amal soleh yang amat terpuji dan dipandang oleh Allah swt. sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat di atas.

Jika pertimbangan keduniaan mengusai diri, ia adala satu tanda dan bukti umat islam sudah semakin hilang sensitiviti terhadap kebenaran alam barzakh dan akhirat. Padahal, tiada yang lebih zalim daripada sebuah bank yang menyediakan  perkhidmatan haram riba, tidak kira semurah mana sekalipun tawaran mereka. Ia adalah kerana bank konvensionaltersebut telah menawarkan riba haram dan ia adalah amat zalim menurut hak Allah swtwalaupun amat menarik disisi mata dan hati manusia.

Allah swt mengingatkan kita lagi bahawa:

Ertinya: "Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebahagian daripada mereka atas sebahagian (yang lain dalam perolehan harta). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." (Al-Isra': 21)

 Nabi Muhammad saw menegaskan:

Ertinya: "Tidak akan lepas dua kaki anak Adam di Akhirat di hadapan Allah swt, kecuali setelah ditanya lima perkara: Tentang umurnya dimana ia habiskannya, tentang kepemudaan dan kepemudiannya dimana digunakan, dan tentang hartanya dari mana datangnya dan ke mana dibelanjakannya, dan apakah yang dilakukan dengan ilmunya." (Riwayat At-Tirmidzi, no 2416; Albani: Sohih)

Dalam mengupas isu khusus berkenaan kerjaya peguam dan pemasaran produk pinjaman riba. Al Fadhil ustaz mulakan perbincangan dengan menyentuh hukumnya berdasarkan dalil daripada ayat Al-Qur'an dan Hadis Rasulullah saw.

Dalil pertama (a), Allah swt menegaskan, terjemahannya:

"Dan janganlah kamu bantu-membantu dalam urusan dosa dan permusuhan." (Al-Maidah: 2)

Dalil kedua (b), Hadis Rasulullah saw:

Ertinya: Rasulullah saw melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerahnya, (2) yang minta diperahkan untuknya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya ." (Riwayat Tarmizi, no 1925; hlm 307; At-Tirmidzi: Gharib; Albani: Hasan Sohih)

Keterangan: Walaupun hadis ini menyebut bab arak, tetapi ia merangkumi item haram yang lain berdasarkan kepada  kaedah qiyas dalam Islam.

Dalil yang ketiga (c) ialah, Nabi Muhammad saw menyebut:

Ertinya: "Dilaknati Rasulullah saw pemakan riba dan pemberi makan, saksinya dan penulisnya." (Riwayat Abu Daud, no 3333, At-Tirmidzi dan Albani: Hasan Sohih)

Keterangan: Ingin saya jelaskan disini bahawa maksud hadis ini merangkumi:

(i) Pemakan Riba: Individu yang mengenakan riba terhadap pinjamannya dan yang menjual barangan ribawi secra riba lalu memakan untungnya, termasuk di dalamnya pelaburan secra deposit tetap yang memberikan jaminan untung yang sebenarnya adalah riba secara sepakat ulama’

(ii) Pemberi Riba: Individu yang menggunakan khidmat yang berunsur riba walaupun dengan niat tidak redha, sedangkan ia boleh memilih perbankan Islam. Dalam konteks semasa adalah pengguna kad kredit, pengguna perkhidmatan perbankan konvensional dan lain-lain.

(iii) Saksi: Individu yang memberi lesen, kontrak dan perniagaan kepada industri riba. Ia adalah saksi yang meluluskan transaksi riba, sebagaiman tugas saksi. Termasuk juga penjamin-penjamin kepada pinjaman dengan riba, samada pinjaman pelajaran, perniagaan dan lain-lain.

(iv) Penulis: Peguam yang merangka dokumen perjanjian pinjaman bank, insurans dan pelaburan konvensional.

Dalil yang keempat (d) merujuk hadis Nabi saw:
Ertinya: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan arak, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan dia masih mempunyai arak walaupun sedikit, jangan minum dan jangan menjualnya.”

Keterangan: Dalam hal ini, walaupun hadis ini menceritakan bab arak, tetapi ia merangkumi semua keterlibatan dalam hal yang diharamkan, terutama riba yang lebih besar dosanya daripada arak. Justeru sama seperti hadis diatas, barangsiapa yang telah mengetahui riba itu haram dan masih bekerja sebagai pegawai pemasaran atau peguam, maka haram memakan hasil daripada jualannya dan jangan pula menjualnya.

Dalil yang kelima (e), Nabi Muhammad saw mengingatkan:
Ertinya: “Apabila terzahirnya dengan meluas akan riba dan zina, maka (tindakan) mereka telah menghalalkan (untuk turunnya) azab Allah ke atas mereka.” (Riwayat Al-Hakim, 2/37 dan Abu Yu’la; Al-Hakim: Sohih dan disepakati Az-Zahabi; Albani: Hasan)

Keterangan: Maka, hubungkait peguam dan semua pegawai pemasaran yang terlibat secara langsung menyediakan dokumen pinjaman riba dan mempromosikannya adalah termasuk dalam kategori menyebarluaskan lagi riba di suatu daerah. Justeru hukumnya amat jelas.

Banyak lagi dalil-dalil lain yang semuanya mengulang maksud-maksud dalil di atas tadi. Justeru, berdasarkan dalil-dalil ini, saya memberi jawapan jelas dan tepat bahawa semua peguam yang membantu menyediakan dokumen riba, mengikut konteks hadis, mereka termasuk dalam kategori hadis (c) sama ada dengan suka atau tidak.

Tujuan untuk mendapat bisnes atau tidak bukanlah isunya. Tiada hujah maslahat boleh diguna untuk mempromosi dan membantu riba yang jelas, demikian ditegaskan oleh Sheikh Dr Yusuf Al-Qaradawi.  Ia berbeza dengan kerja di institusi konvensional secara tidak langsung.

Jika ditanya, bagaimana pula dengan ribuan peguam pada hari ini? Jawapan pertama sebagaimana ditegaskan Allah swt:

Ertinya: “Dan jika kamu menuruti orang yang ramai di atas muka bumi ini maka mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” (Al-An’am: 116)

Ini memberi maksud bahawa jumlah yang ramai dan diamalkan di seluruh dunia tidak menjadikan yang haram itu halal. Kecuali apabila dalam keadaan tiada pilihan lain dan ia pula terdiri daripada jenis hukum yang tidak ada nas spesifik atau ‘zhonniyah’ iaitu tidak qat’ie. Bagaimanapun riba tidak termasuk dalam kategori ini, kerana pengharamannya adalah PUTUS (qat’ie- tidak berubah menurut zaman dan tempat).

Para peguam masih boleh mendapat wang yuran melalui aktiviti lain seperti merangka draf atau dokumen jual beli rumah yang biasa, sewa dan yang lain-lain yang tidak melibatkan riba. Ia adalah harus dari sudut hukum.

Jika ada pula yang ingin berhujah menggunakan hadis:

Ertinya: “Akan datang satu zaman di mana tidak terkecuali seorang pun kecuali ia makan riba dan jika ia tidak makan sekalipun, ia akan ditimpa debu-debunya.” (Riwayat Abu Daud)

Hujah ini tidak boleh diterima untuk bersikap mengambil mudah terhadap riba, tambahan pula tahap hadis ini yang lemah menurut Imam Al-Munziri kerana perawinya bernama Al-Hasan tidak  pernah bertemu Abu Hurairah r.a.

Berkenaan isu gharar (uncertainty), Al fadhil Ustaz menerangkan bahawa perlu menyemak akan hal consultation fees bagi peguam atau perunding. Adakah ianya dimaklumkan di peringkat awal atau tidak. Jika tidak, ianya semua adalah pendapatan yang syubhah dan amat mudah jatuh kepada haram menurut Syariah.

Wallahu a'lam. 

Rujukan: Wang, Anda dan Islam (Halal dan Haram dalam Kewangan dan Perbankan) oleh Zaharuddin Abd Rahman terbitan Truewealth Publishing.

Zaharuddin Abd Rahman berpengalaman luas dalam bidang Syariah, kewangan dan perbankan Islam. Beliau kini bertugas sebagai Pensyarah Universiti Antarabangsa Malaysia di Kulliyyah Ekonomi dan Sains Pengurusan. Beliau juga adalah Penasihat Syariah kepada beberapa buah institusi kewangan tempatan.

Sebelum ini beliau pernah bertugas sebagai ketua Jabatan Syariah Asian Finance Bank Berhad, Pengurus Kanan Pembangunan Produk di RHB Islamic Bank Berhad dan Eksekutif Syaeiah Ingress Corporation Berhad.  

Beliau memegang Ijazah Sarjana Muda Usuluddin dari Universiti Malaya dan Sarjana (MA) dalam bidang Fiqh dan Usul Fiqh dari Universiti Al-Yarmouk, Jordan.

Profail terkini adalah seperti di link ini http://www.zaharuddin.net/profile.html


Wallahu a'lam.